Header Ads

Kecewa Ahok Dibui, Banyak Pendukungnya Ingin Tinggalkan Indonesia

Kecewa Ahok Dibui, Banyak Pendukungnya Ingin Tinggalkan Indonesia

Menanggapi vonis atas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua YLBHI yang diduga merupakan pendukung Ahok Asfinawati, menilai vonis akan membuat kelompok minoritas, khususnya warga Cina Indonesia, takut bersuara dan ikut terlibat dalam proses politik.

BBC Indonesia pun berbicara dengan sejumlah warga Cina Indonesia, baik yang tinggal di Jakarta, di luar Jakarta, maupun di luar Indonesia, terkait pendapat mereka tentang vonis Ahok dan masa depan demokrasi Indonesia.

'Seperti orang diputus cinta'

Aline merasa kehilangan harapan ketika mendegar vonis Ahok.

Kecewa Ahok Dibui, Banyak Pendukungnya Ingin Tinggalkan Indonesia

"Waktu mendengar vonis, saya merasa sangat pesimistis. Rasanya seperti tidak ada harapan lagi, sedih sekali. Rasanya seperti orang diputusin (cinta)," ungkap Aline Djayasukmana kepada BBC Indonesia.

Penulis berdarah Cina dan berdomisili di Jakarta itu mengungkapkan, vonis dua tahun terhadap Ahok seakan menjadi legitimasi bahwa "tidak apa membully orang, tidak apa kalau membully kelompok minoritas."

Meskipun begitu, Aline menilai "Ahok juga tidak bijak menyebut ayat (Al-Maidah) itu. Tapi apakah layak dia dipenjara? sama sekali tidak."

Dia mengungkapkan sejak semula kasus Ahok telah dieksploitasi secara berlebihan oleh kelompok intoleran.

"Kalau yang melakukan itu (menyebut Al-Maidah) bukan Ahok, bukan orang Cina dan bukan Kristen, pasti tidak akan begini... Orang-orang yang teriak di luar itu tidak hanya menyalahkan Ahok, tetapi menyalahkan etnisnya... Mereka teriak-teriak "Cina bangsat". Berarti selama ini di bangsa ini, orang setanah air ini punya kebencian yang mendalam dengan etnis saya yang tidak bisa saya pilih saat lahir."

Anggota kelompok Islam merayakan putusan vonis penjara dua tahun terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Meskipun begitu, momen vonis dan berbagai unjuk rasa yang mengelilingi persidangan Ahok, dinilai Aline "sudah mengeluarkan seluruh borok mereka (pihak intoleran). Justru ini jadi titik balik bagi masa depan Jakarta. Kemungkinannya dua; hancur atau membaik. Dan entah mengapa, menurut saya ini akan membuat minoritas akan semakin berani bersuara."

Batal pulang ke Indonesia

Priscillia sempat berniat untuk bekerja di Balai Kota DKI Jakarta.Priscillia Indrajaya, warga Indonesia yang tinggal di San Francisco, Amerika Serikat, sudah meniatkan pulang ke Indonesia ketika mendengar kinerja Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.


"Ingin bekerja sama dia. Setidaknya belajar, magang di balai kota lah," kata perempuan yang sudah empat tahun tinggal di negara bagian California itu, kepada BBC Indonesia.

Namun, ketika mendengar vonis hakim terhadap kasus yang menimpa Ahok, serta gagalnya Ahok dalam kancah Pilkada DKI, "jadinya (saya) kehilangan harapan. Teman-teman saya malah banyak yang mau keluar dari Indonesia."

Priscillia mengungkapkan perasaannya campur aduk ketika mendengar vonis Ahok. "Marah iya, sedih iya, gregetan iya. Rasanya sedih sekali, depresi sekali."

Perasaan itu dirasanya sangat mendalam karena dia merasa Indonesia baru saja melangkah kepada kemajuan ketika seorang warga Cina Indonesia memimpin Jakarta. "Baru ada harapan, eh sekarang begini lagi, balik lagi ke zaman dulu, ke masa orde baru."[bbc/ART]

No comments

Powered by Blogger.