Header Ads

Polisi Minta Novel Sebutkan Nama Petinggi Polri yang Bermain, Pengamat: Itu Jebakan


Kepolisian menyudutkan Novel Baswedan untuk menyebut nama petinggi Polri yang terlibat dalam penyerangan air keras terhadap penyidir senior KPK itu.

“Kalau Novel diminta menyebut nama, itu jebakan. Tugas polisi itu menyelidiki orang-orang yang diduga terlibat dalam penyerangan air keras itu,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Selasa (1/8).

Kata Muslim, polisi menyudutkan Novel dengan meminta menyebut nama petinggi Polri yang diduga terlibat dalam penyerangan air keras. “Kalau menyebut nama, polisi bisa menuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik karena tidak ada bukti,” kata Muslim.

Muslim mengatakan, kasus penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan akan sulit dibongkar karena melibatkan jaringan dan kekuasaan.

“Novel sedang berhadapan kekuatan yang memiliki jaringan di penegak hukum sehingga kasusnya tidak bisa dibongkar walaupun presiden sudah memerintahkan Kapolri untuk segera menuntaskannya,” papar Muslim.

Ia melihat, pimpinan KPK tidak begitu memberikan pembelaan terhadap Novel Baswedan agar pelaku penyerangan tersebut cepat ditangkap.

“Di internal KPK sendiri, Novel tidak begitu mendapat pembelaan karena pimpinan KPK ini diduga takut dalam menghadapi kekuatan besar dalam kasus E-KTP,” jelas Muslim.

Kata Muslim, penyerangan Novel ini diduga terkait kasus E-KTP yang melibatkan beberapa elit di negeri ini. “Setnov tersangka belum ditahan, ini khan aneh,” pungkas Muslim.

Sebelumnya polisi meminta penyidik KPK Novel Baswedan untuk menyebutkan nama petinggi Polri yang terlibat dalam penyerangan air keras terhadap dirinya agar tidak memunculkan fitnah.

“Apakah itu isu atau fakta hukum? Kalo isu maka kita lakukan penyelidikan. Kalau fakta hukum, mana buktinya? Siapa orangnya? Siapa saksinya?” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kawasan Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7).

No comments

Powered by Blogger.