Header Ads

ASTAGA! Satpol-PP Pandeglang Bongkar Bisnis Prostitusi Online Tarif Cuma Rp300 Ribu


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Pandeglang berhasil menangkap Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial N (27) dan Mucikarinya berinisial A (55) saat melakukan bisnis prostitusi di salah satu rumah di wilayah Kecamatan Majasari sekitar tugu selamat datang daerah Cipacung pada Kamis (26/10/2017), kemarin.

Petugas menggerbek bisnis haram tersebut berdasarkan laporan warga karena dinilai meresahkan.

Kasi Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) Satpol PP Pandeglang, Agus Mulyana mengatakan, penggerbekan itu berdasarkan laporan dari masyarakat dan Relawan Pencegah Maksiat (RPM) yang menduga ada salah satu rumah dijadikan tempat mesum. Berdasarkan laporan tersebut Satpol-PP berhasil mengamankan satu orang mucikari berikut PSK-nya.

“Disitu ada salah satu rumah yang terindikasi seperti itu ( dijadikan tempat mesum). Ketika dilakukan penggerbekan kami mendapatkan keadaan wanitanya telanjang bulat tapi memang belum sempat melakukan apa-apa karena yang diamankannya perempuan dulu yang laki-lakinya melarikan diri,” kata Agus ditemui di Makopol-PP Pandeglang, Jum’at (27/10/2017).

Berdasarkan informasi yang didapat Satpol-PP, jasa yang ditawarkan oleh mucikari untuk para hidung belang dilakukan secara online. Untuk satu kali kencan, pelanggan ditawarkan tarif sebesar Rp 400.000. Dengan pembagian satu kali kencan Mucikari mendapatkan bagian Rp 100.000.

“Ditawarkan Rp400.000 tapi jadinya antara Rp 250.000 – 300.000, kebetulan yang kemarin tarifnya Rp300.000 jadi pelaku dapat Rp200.000. Ini Berdasarkan keterangan dia,” pungkasnya.

Menurut pengakuan tersangka, dia baru satu minggu menjadi PSK. Dari hasil introgasi dari para tersangka, diduga masih banyak PSK lain yang menjadi anak buah tersangka A.

“Masih ada yang lainnya, makanya ini sedang kita dalami dulu karena kalau tidak ada fakta kita takut salah sasaran. Biasanya kalau yang seperti itu ada oknum yang membackup-nya. Termasuk yang kemarin juga ada yang membackup tapi tidak akan saya sebutkan kesatuannya,” ujarnya.

Saat ini kedua tersangka diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Agus juga menduga ada oknum aparat yang melindungi bisnis esek-esek itu.

“Cuman tidak kita masukan ke tindak pidana ringan karena yang lebih bagus itu cara penanganannya dengan pembinaan. Seperti kemarin juga ada, cuman saya tidak akan sebutkan institusinya karena itu baru dugaan saja,” tutupnya. (bb/bn)

No comments

Powered by Blogger.