Header Ads

Kompolnas: Kasus Novel Rumit, Polisi Tidak Ingin Salah Tangkap


Polisi hingga kini belum mampu mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Namun, polisi dinilai sudah melakukan segala hal dan dijalur yang benar.

Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, pihaknya terus mengawasi Polda Metro Jaya untuk mengusut kasus itu. Kompolnas sudah beberapa kali menyambangi Polda untuk mengetahui perkembangan pengusutan kasus.

"Terakhir hari Jumat kemarin, kami ke Polda Metro dapat paparan perkembangan terakhir," kata Poengky saat diskusi di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 4 November 2017.

Menurut Poengky, kepolisian telah melakukan berbagai upaya mengusut kasus yang lebih dari 200 hari belum menemukan titik terang. Polisi telah memeriksa 60 saksi, CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan bekerja sama dengan kepolisian Australia.

"Kasus Novel memang rumit. Polisi tidak ingin salah tangkap karena ini berkaitan dengan hak asasi manusia," ucap dia.

Poengky menilai kasus penyerangan Novel dilakukan secara profesional. Penyerangan ini terencana dan pelaku mampu meninggalkan jejak seminimal mungkin di TKP sehingga pembuktiannya sulit dilakukan.

"Ini memang butuh waktu melakukan penyidikan dan penyelidikan," ujar dia.

Baca: Jokowi Enggan Buru-buru Bentuk TGPF Novel

Poengky menambahkan, kasus ini semakin sulit ketika Novel tidak terlalu kooperatif saat diperiksa Penyidik Polri. Terutama soal nama jenderal yang dimaksud Novel diduga di balik penyerangan ini dan penolakan Novel menyerahkan alat bukti yang dibutuhkan penyidik.

"Kami melihat polisi masih on the right track sampai hari ini," kata dia.

Poengky tak mempermasalah pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF). Namun, pembentukan itu sejatinya akan kembali lagi ke proses penyidikan yang dilakukan pihak berwenang.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, permasalahan pengusutan kasus ini lebih kepada faktor nonteknis. Ia mendesak pembentukan TGPF kasus yang hingga 206 hari masih gelap. (bb/mtr)

No comments

Powered by Blogger.