Header Ads

Sering Terlambat Karena Jalan yang Buruk, Para Siswa Ini Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah


Kasihan, beberapa siswa dari SMP Negeri I Kuantan Hilir Kabupaten Kuansing Provinsi Riau ini terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

Meski para siswa sudah berjuang berjibaku melewati jalan Desa Kecamatan Sikijang namun keterlambatan mereka menjadikan pihak sekolah melakukan evaluasi karena keterlambatan tersebut.

Alhasil para wali siswa pun berpikir untuk mencarikan sekolah baru bagi anak-anak mereka. Sebab pihak sekolah menilai anak-anak yang terlambat melanggar aturan soal kehadiran yang menyangkut kenaikan kelas. Padahal kenyataan yang dihadapi anak-anak tersebut adalah akses jalan yang buruk. Dan itu semakin parah ketika kondisi hujan.

"Pihak sekolah harusnya melihat fakta yang dihadapi anak-anak hingga menjadikan mereka terlambat sampai ke sekolah. Akses jalan yang buruk apalagi saat kondisi hujan. Jadi jangan mengambil keputusan memindahkan anak dengan alasan sering terlambat," ungkap salah seorang wali siswa, Sabirin, Selasa (7/11/2017).


Informasi dari Sabirin, pihak sekolah mengimpulkan anak-anak yang sering terlambat kemudian meminta mereka pindah sekolah. Karena lokasi sekolah yang berjarak kecamatan, pihak sekolah kemudian meminta anak-anak mencari sekolah yang terdekat. Kondisi tersebut menjadikan anak-anak diliputi kekhawatiran sampai tidak mau lagi datang ke sekolah.

"Kami meminta pihak sekolah untuk lebih dewasa menyikapi permasalahan keterlambatan anak-anak. Fakta yang harusnya menjadi penilaian kenapa anak-anak selalu terlambat. Lihatlah aksea jalan yang mereka lewati. Bukan tidak mudah. Anak-anak butuh perjuangan," terang Sabirin.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri I Kuantan Hilir, Ratnan yang dikonfirmasi tribunpekanbaru.com mengungkapkan, tidak ada paksaan bagi anak-anak untuk pindah.

Pihak sekolah hanya memberikan solusi agar anak-anak yang sering terlambat tidak terjaring saat dilakukan evaluasi kenaikan kelas.

Menurut Ratnan berdasarkan laporan dari wali kelas dan guru piket bahwa beberapa anak sering terlambat dan tidak hadir. Keterlambatan dan ketidakhadiran disebabkan oleh hari hujan menyebabkan jalan becek serta jarak tempat tinggal dari sekolah lebih kurang 9 kilometer.

"Jadi pada pagi hari Rabu tanggal 1 November 2017 setelah kegiatan literasi selesai, pembina OSIS memberikan pengarahan terkait dengan aturan yang berlaku disekolah terutama masalah kehadiran yang ada hubungan dengan kenaikan kelas," ungkap Ratnan.

Saat itu dukatakannya disampaikan bahwa kalau tidak bisa mengikuti aturan-aturan sekolah, siswa yang sering terlambat boleh pindah atau mencari sekolah terdekat.

"Itu disampaikan dengan maksud untuk mendisiplinkan anak. Inilah yg sebenarnya terjadi," terang Ratnan.

Ratnan menambahkan pihaknya ausah memberikan dispensasi terkait alasan keterlambatan siswa.

"Namun beberapa anak memanfaatkan situasi ini untuk tidak hadir kesekolah. sementara yang lainnya datang kesekolah. dan kami pihak sekolah tidak ada mengeluarkan siswa karena permasalahan tersebut. Kami tidak ingin ada anak yang terjaring dikenaikan kelas dan kelulusan karena masalah kehadiran," pungkasnya.(bb/tbn)

No comments

Powered by Blogger.